Pages

Selasa, 05 Juli 2011

Langkah paling awal dalam pembuatan film animasi

1. Penyampaian Ide Cerita
Ini adalah langkah paling awal dalam pembuatan film animasi. Pencetus ide menyampaikan idenya kepada tim pengembang. Nantinya, ide itu bakal dikaji segala kemungkinannya. Termasuk prospek jualannya. Kira-kira bakal laku nggak? Bagian yang paling sulit adalah meyakinkan audiens bahwa ide ini bagus dan bisa dijual.

2. Pecatatan Ide Cerita
Kalo udah lolos dari tahap pertama, inti dari ide cerita itu akan dibuat menjadi semacam dokumen. Biasanya, ide ini akan diolah dan dikembangkan sedemikian rupa. Tujuannya untuk melihat semua kemungkinan menyangkut kreasi yang akan dibuat oleh bagian pengembang.

3. Pembuatan Storyboard
Begitu ide cerita kelar dicatat dan dikembangin, dibuatlah storyboard. Storyboard adalah proses penggambaran dengan cara manual, persis seperti di buku komik. Nantinya akan digunakan sebagai patokan gerakan dan dialog yang akan dibuat dalam film. Setiap pembuat storyboard akan menerima skrip. Di dalamnya ada keterangan tentang karakter tokoh yang akan dibuat yang harus tampak dalam gerakan tokoh tersebut.

4. Perekaman Suara
Begitu storyboard kelar dibikin, pengisian suara sementara untuk storyboard pun direkam. Ini cuma buat guide aja buat mempermudah pembuatan animasi. Nantinya, suara-suara ini bakal digantiin sama aktor profesional yang dikontrak mengisi suara karakter.

5. Pembuatan Rol Film
Rol adalah sebuah rekaman video yang menghasilkan setiap sekuen storyboard yang udah jadi. Video ini tidak dilengkapi dengan penjelasan jalan ceritanya. Rol ini merupakan tahapan penting untuk meloloskan sebuah sekuen.

6. Penciptaan Tampilan
Berdasarkan storyboard, proses kreatif serta hasil kerja tim pengembang, pekerjaan dilanjutkan oleh unit seni. Di bagian ini, bakal dibuat gambaran dunia serta karakter-karakternya. Mereka juga membuat gambar set, tampilan visual, serta warna-warna yang bakal dipake. Termasuk pencahayaan biar terkesan lebih nyata.

7. Pembuatan Model
Dari situ, karakter-karakter film akan dibuatkan patung modelnya secara hand made. Acuannya adalah dari hasil kerja unit seni. Selanjutnya akan di-scan dengan teknik tiga dimensi atau bisa juga langsung dibuatkan model 3-D nya di komputer. Selanjutnya tugas animator untuk membuat karakter bergerak.

8. Melengkapi Set
Setelah set dibuat secara tiga dimensi, masih harus dilengkapi komponen lain. Contohnya kursi, tirai bahkan mainan untuk membuat tampilan yang lebih nyata. Pembuat set bekerja dengan pengawasan dari sutradara. Ini untuk memastikan bahwa lingkungan yang dibuat sesuai keinginan sutradara.

9. Penggarapan Scene
Di bagian ini, kru lay out mulai memasukkan karakter-karakter ke dalam set. Tahap ini udah mulai menggunakan kamera untuk menangkap emosi dan inti cerita setiap scene.

10. Sentuhan Animasi
Selanjutnya, para animator mengatur gerakan-gerakan serta ekspresi wajah karakter dalam setiap scene.

11. Dimensi Set dan Karakter
Penciptaan dimensi ini terpisah dari permukaan yang akan digarap. Hasilnya berdasarkan model. Sementara tekstur permukaan ditentukan oleh penciptaan dimensi ini.

12. Pencahayaan dan Penyempurnaan Tampilan
Setiap scene digarap seperti layaknya membuat pencahayaan untuk objek tiga dimensi. Ini semua menggunakan pencahayaan digital. Tujuannya untuk menghasilkan nuansa yang sempurna. Penciptaan pencahayaan ini tetap mengambil acuan dari skrip yang dibuat unit seni.

13. Data Komputer di-Render:
Rendering adalah mengolah semua komponen. Dalam hal ini set, warna, gerakan karakter dan lain-lain ke dalam satu frame film.

14. Final Touch
Editor mengevaluasi keseluruhan unsur musik yang dimasukan. Termasuk efek-efek suara yang digunakan. Terakhir, frame-frame digital akan direkam ke dalam film. Dan, film animasi pun kelar dibuat.

KAMUS ANIMASI
Beberapa istilah umum yang sering digunakan dalam pembuatan film animasi, diantaranya yaitu :
Animation (Animasi) adalah rangkaian proses di mana setiap frame dari sebuah film diproduksi satu per satu. Bisa dalam bentuk komputer grafis, gambar manual, atau menggunakan sebuah model yang bisa diubah-ubah. Dua jenis terakhir nantinya bakal melibatkan proses fotografi.
Animation Character (Karakter animasi) adalah satu aspek khusus dalam proses pembuatan animasi. Ini seperti kita menciptakan mahluk hidup. Salah satu bagian paling sulit adalah menyangkut penciptaan nuansa, bahasa tubuh, gerakan-gerakan berbeda serta gerakan mulut. Hal-hal inilah yang akan membuat karakter itu tampak benar-benar hidup.
SFX Animator (Efek khusus animasi) adalah segala sesuatu yang bergerak tapi bukan bagian dari karakter. Yang masuk kategori ini misalnya, mobil, kereta api, hujan, salju, api, magic, serta bayangan.Sama kayak karakter yang digarap oleh animator karakter, efek khusus juga digarap oleh tim spesial. Namanya special effect animator.
Gerakan bakal tampak ketika semua frame digabung jadi satu kesatuan. Kecepatannya bisa mencapai lebih dari 16 frame per detik. Hal ini jelas butuh tenaga dan waktu yang nggak sedikit. Untungnya, perkembangan komputer animasi yang makin canggih bisa lebih memudahkan proses ini. (*)