Pages

Jumat, 04 November 2011

Berbagai Jenis Videografi dan Fotografi




1) Film Dokumenter, Eagle Award
Kompetisi pembuatan film dokumenter Eagle Award telah berhasil dilaksanakan secara konsisten dari tahun ke tahun dan makin mendapat perhatian dari masyarakat. Memang apa sih film dokumenter itu? Dan bagaimana pula ia berpotensi memberikan kontribusi bagi pembangunan di Indonesia? Apakah ada “Eagle Award-Eagle Award” yang lain?
2) Menampilkan Kreasi Video di TV Nasional
Dimana sajakah ada kesempatan bagi seorang kreator video amatir untuk menampilkan karyanya di tv nasional? Narsis TV, Eye Witness, kontributor saksi mata peristiwa (biasanya peristiwa musibah)?,, dan bagaimana spesifikasi kreasi yang dibutuhkan untuk mengisi kesempatan-kesempatan itu? Saya akan meneliti sejumlah program acara di teve-teve nasional dan akan menuliskan laporannya di sini.
3) Video Youtube sebagai Wahana Kreasi
Video Youtube ialah wahana kreasi yang amat global : lintas negara, budaya, disiplin ilmu, kepentingan,, Tulisan ini akan mengulas beberapa aspek tentang Youtube terutama aspek manfaat, beberapa aspek teknis dan prosedural untuk bisa bergabung ke dalam wahana paling kreatif sedunia ini sebagai kreator video.
4) Workshop Produksi Film Pendek Anak-anak
Di salahsatu quotes harian Koran Sindo pernah saya baca kira-kira, “Salah satu bentuk kepemimpinan ialah memberikan kesempatan kepada orang biasa untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukan orang hebat.” Maka pada suatu hari libur saya mengumpulkan keponakan saya dalam acara workshop pembuatan film pendek, mulai dari menyusun ide cerita, merumuskan sinopsis dan skenario, merancang adegan, pengambilan gambar dan editing. Alangkah senangnya mereka mengikuti kegiatan itu! Tulisan ini akan mengevaluasi jalannya kegiatan tersebut, yang dalam satu hari telah menyelesaikan syuting 2 film pendek : Suster Mengaku Hantu & Ponari Mengaku Rasul.
5) Video Ulangtahun
Video ulangtahun mungkin merupakan video yang paling manis di dunia, terutama video ulang tahun kanak-kanak. Ketika di Barat banyak peristiwa perayaan ulang tahun yang sudah dianggap berlebihan bahkan gila, salahsatu fungsi mendasar peringatan ulang tahun yaitu ajang evaluasi perkembangan, dapat dibantu oleh dokumentasi video. Lantas apa saja yang bisa disiapkan untuk ini, bagaimana membuat skenario sederhana video ulang tahun?
6) Video Pernikahan
Video pernikahan merupakan salahsatu produk video yang amat unik dari banyak aspeknya. Ia bisa saja dibuat oleh tim dokumentasi panitia dengan seadanya, namun banyak pula mempelai yang menginginkan hasil yang lebih baik sehingga menyewa tim video syuting yang profesional. Apa saja perbedaan tim amatir dan tim profesional dalam memproduksi video pernikahan? Momen-momen apa saja yang harus ditangkap dalam acara ini, dan bagaimana sudut-sudut pengambilan gambar yang menarik? Bagaimana pula merancang konsep produk video pernikahan sehingga bisa menghasilkan produk video yang sungguh berbeda jika dibandingkan dengan video pernikahan “standar”?
7) Video Liputan Acara
Acara-acara yang melibatkan banyak orang di lingkungan rumah maupun di tempat kerja, seperti turnamen olahraga, seminar, tabligh akbar, pameran, festival; biasanya diselenggaran dengan pembentukan panita sebelumnya, dimana tim dokumentasi bertanggungjawab pada produk foto dan/atau video. Tulisan ini kelak akan berisi tips-tips untuk membuat suatu reportase visual yang baik yang bisa disebarkan ke khalayak yang lebih luas serta dapat menjadi laporan pandangan mata sekaligus bahan evaluasi demi lebih baiknya penyelenggaraan acara-acara serupa di masa yang akan datang.
 Video Biografi
Jika buku biografi maupun autobiografi sudah merupakan hal yang cukup lazim, maka video biografi belum banyak dibuat, padahal seperti yang dapat kita saksikan di program MetroTV, tayangan biografi tokoh-tokoh dapat dibuat sedemikian menarik dengan penyusunan cerita yang baik, meski banyak gambarnya yang hanya berupa foto. Tulisan ini akan berisi saran pembuatan video biografi yang baik serta manfaat yang bisa diperoleh dari produk tersebut.
9) Video Lucu Keluarga
America Most Funniest Home Video merupakan acara legendaris seiring dengan boom home video di Amerika Serikat pada tahun 80-an. Anak-anak, dengan segala kepolosannya, merupakan “obyek tak bersalah” yang sering “dieksploitasi” untuk mendapatkan kelucuan, karena memang demikian luarbiasanya daya tarik human interest yang terpancar dari wajah dan tingkah laku kanak-kanak. Obyek apalagi selain kanak-kanak dan binatang yang mudah digunakan? Bagaimana kondisi yang memerlukan canded camera dan yang tidak, dan pada kondisi bagaimana rekayasa adegan dapat dilakukan secara wajar sehingga tetap bisa menghadirkan kelucuan?
10) Video Sulap
Dulu kita sering mendapati pada tayangan sulap di televisi ada tulisan “bukan trik kamera”, belakangan sih jarang ada lagi dengan adanya gaya baru live show-nya Master Deddy Corbuzier. Memangnya kamera video bisa berperan seperti pesulap? Ya, tapi harus melalui prose editing video terhadap pengambilan-pengambilan gambar yang telah direncanakan dengan matang sebelumnya. Bahkan jika Anda seorang yang benar-benar pemula (dalam bidang video, editing, dan sulap), Anda masih layak berharap bisa membuat video yang akan membuat anak-anak terheran-heran! Mau coba mempraktekkan? Ikuti beberapa contoh yang akan dijelaskan di dalam tulisan ini kelak.
11) Video Rekonstruksi
Video merupakan media yang amat potensial untuk alat pembelajaran bersama. Misalnya, pada suatu lingkungan kerja atau perumahan kadang terjadi musibah (kebakaran, pencurian, kecelakaan lalulintas, kecelakaan kerja, dst). Idealnya bisa dibuat video rekonstruksi yang bisa menjadi alat evaluasi bersama agar peristiwa serupa tak akan terjadi lagi di masa yang akan datang. Jika kita saksikan di tv-tv nasional, adegan rekonstruksi sudah menjadi bagian yang umum dan menarik untuk disaksikan pemirsa, padahal sekumpulan orang (di rumah atau di kantor) dapat pula membuatnya secara swakarsa di lingkungan masing-masing. Di tulisan ini saya akan mengajukan saran-saran dan tips-nya.
12) Video Training
Terutama di kantor-kantor perusahaan besar, seringkali terdapat prosedur standar bagi pengerjaan tugas tertentu yang dituangkan dalam suatu Standard Operation Procedure. Kebanyakan dokumen demikian yang saya lihat hanya berupa tulisan, padahal sebuah gambar ilustrasi (cartoon style pun) akan amat membantu pembaca dalam memahami situasinya. Lebih idealnya lagi, rekaman video dapat dibuat untuk keperluan ini yang akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang suatu aktivitas yang harus dilakukan. Dengan demikian, seorang manajer tak perlu capek berbicara ketika memberikan arahan kepada staf yang sedang di-training, padahal pula sering kesulitan dalam menjelaskan situasinya dengan kata-kata. Cukup stel video, biarkan video yang “berbicara” ribuan kali hingga head player-nya aus, sementara sang manajer duduk manis dengan segelas minuman ringan, tinggal menunggu saat tiba sesi tanya-jawab.
13) Video Undangan
Apakah Anda masih ragu dengan prediksi akan booming-nya koneksi internet dalam beberapa tahun mendatang di Indonesia sehingga akan menjadi standar komunikasi baru di rumah-rumah? Pada saat demikian, video undangan acara pun diperkirakan akan lazim, misalnya ketika sepasang calon mempelai merekam pesan yang mereka sampaikan sebagai undangan untuk menghadiri resepsi pernikahan yang akan diselenggarakan. Bagaimana kira-kira teknisnya lebih lanjut, akan saya tulis disini.
14) Video Layanan Masyarakat
Video layanan masyarakat, seperti juga iklan layanan masyarakat yang sering kita saksikan di televisi, bertujuan memberikan sudut pandang tertentu kepada audiens terhadap suatu isu yang berkaitan dengan kepentingan publik. Misalnya, iklan ajakan untuk berpartisipasi dalam pemilu, ajakan untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan, ajakan untuk meningkatkan kepedulian sosial, dsb. Sehubungan dengan makin maraknya stasiun teve lokal daerah dan bahkan teve kabel yang mencakup komunitas yang lebih sempit lagi, sementara itu banyak isu-isu sosial yang memiliki konteks khas lokal masing-masing, video layanan masyarakat merupakan produk yang potensial untuk dibuat di lingkungan rumah.
15) Dari Kamera Video menjadi Uang
Di sini akan dijelaskan sejumlah ide sederhana yang bisa dilakukan agar peralatan kamera dan komputer editing yang ada bisa menjadi uang yang lumayan, baik secara langsung maupun tidak langsung (yaitu sebagai penunjang produk atau layanan jasa lain yang diberikan kepada pelanggan).
16) Iklan Komersial dari Rumah
Ada sejumlah barang/produk yang biasa diperjualbelikan dalam kondisi baru maupun bekas, yang kelancaran proses penawarannya sedikit banyak ditentukan oleh “citra visual” yang berpengaruh terhadap pembentukan intuisi/feeling maupun kalkulasi obyektif dari calon pembeli, misalnya properti, rumah, kendaraan, binatang peliharaan. Video juga menyimpan informasi audio selain visual, maka misalnya, video tentang penawaran penjualan mobil yang berisi rekaman mobil dalam keadaan mesin hidup (dimana suara mesin mobil terdengar yang bagi sejumlah ahli montir dapat menjadi indikasi tentang kondisi mesin) dapat menjadi alat promosi yang efektif yang kemudian dapat disebarkan di internet untuk menjangkau pasar yang tak terbatas.
17) Kiat-kiat Pra Produksi
Proses pembuatan produk video idealnya melalui tahap awal perencanaan yang sering disebut dengan istilah Pra Produksi. Disini tujuan pembuatan video dirumuskan, demikian pula dengan desain dan konsep produk, pembentukan kru, bujeting dan skeduling. Apakah kegiatan ini tetap penting untuk produksi sederhana? Di sini saya akan menulis pentingnya perencanaan yang paling sederhana pun, untuk produk yang paling sederhana pun, dan pentingnya perencanaan yang lebih matang untuk rencana produksi video yang lebih penting.
18) Kiat-kiat Syuting
Salahsatu kesalahan yang paling umum dilakukan oleh kameramen amatir ialah gerakan kamera yang terlalu liar bagaikan “video tsunami” yang sebenarnya disebabkan oleh ketidaktahuannya tentang pesan apa yang hendak disampaikan oleh gambar yang di-syut-nya. Tulisan ini akan berisi tips-tips seputar cara pengambilan gambar yang baik dan bagaimana cara belajar paling mudah (dan gratis) yang dapat dilakukan, yang kelak akan menghasilkan perbedaan besar dibandingkan dengan para kameramen amatir yang tidak memiliki pengetahuan dasar ini.
19) Pencahayaan Saat Syuting
Pada suatu produk dokumentasi yang sudah dihasilkan, entah itu video pernikahan, ulang tahun, panggung hiburan, sering muncul keluhan dari pemirsa, “kok buram ya”, “gambarnya gak tajam ya”. Ujar yang mengeluh, mereka itu tak mengharapkan hasil gambar yang “neko-neko”, tapi hanya ingin gambarnya jelas saja. Padahal, itu justru tantangan terberat, bahwa aspek pencahayaan memang bukan perkara sederhana apalagi dalam lingkungan syuting yang sulit dikendalikan, sehingga menjadi aspek penting yang harus menjadi perhatian kameramen. Lalu bagaimana menyiasati kondisi lingkungan syuting, keterbatasan peralatan, termasuk kualitas kamera yang memang bukan kamera film atau kamera video kelas broadcasting, agar dapat dihasilkan gambar yang lebih kecil kemungkinannya di-komplain?
20) Tips Memilih Camcorder
Jika Anda sudah memiliki camcorder, abaikan tulisan ini dan segeralah mulai berkreasi video dan jangan terpengaruh oleh adanya camcorder yang lebih canggih yang dimiliki oleh tetangga terdekat Anda. Jika Anda belum memilikinya, coba saja usahakan dulu pinjaman dari kawan/saudara, lalu gunakan untuk praktek produksi video. Hanya jika Anda memang belum punya camcorder, berniat memilikinya, punya bujet sehingga tak harus berutang, maka berikut ini sejumlah tips untuk memilih camcorder untuk Anda beli. Tips ini kelak tidak akan menyebut produk tertentu bagus atau produk yang lain buruk, namun lebih kepada penyesuaian produk sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daya beli Anda.
21) Tentang HAKI
Beberapa waktu lalu sebuah pemenang festival film diprotes karena dianggap memasukkan unsur audio karya orang lain sehingga melanggar hak cipta atas kekayaan intelektual. Tulisan ini akan meninjau hal tersebut dalam konteks produksi video keluarga. Misalnya, apakah melanggar hukum jika kita memproduksi video klip karaoke untuk sekedar fun di keluarga, dimana kita melakukan lip-synch terhadap lagu komersial karya orang lain? Lalu free-royalty sources manakah yang dapat kita gunakan untuk menunjang produksi video kita?
22) Bagusnya Dasar Ilmu Fotografi
Seorang kameramen dan fotografer memiliki tugas yang mirip : menangkap gambar yang mampu menyajikan banyak cerita. Dalam satu hal tugas fotografer lebih berat, yaitu bahwa ia harus mampu menyajikan cerita itu dalam 1 gambar, sedangkan video dapat menyajikan cerita itu dalam rangkaian gambar. Karena itu disini akan dijelaskan bagaimana bagusnya seorang kameramen memiliki dasar ilmu fotografi agar ia bisa paham tentang take syuting yang perlu diambilnya.
23) Video Demo Masakan
Setiap dapur pasti memiliki resep dan menu andalan tersendiri yang dapat saling dipertukarkan antar keluarga, tetangga, dan bahkan dapat menjangkau publik dunia jika disimpan di Youtube video, sehingga bisa lebih populer daripada acara-acara wisata kuliner yang ditayangkan di tv-tv nasional. Tulisan ini akan menyingkap potensi booming “video demo masakan” berhubung kekayaan ragam budaya, etnis, agama dan keyakinan di persada nusantara ini.
24) Video Tips-tips Rumahtangga
Di majalah-majalah untuk konsumsi rumah tangga biasanya terdapat rubrik tips praktis keperluan rumah tangga, dari urusan mencuci, listrik, air, kebersihan, keamanan, dsb. Alangkah asiknya jika tips ini bisa di-sharing melalui video sehingga maksudnya bisa dipahami dengan jelas dan dapat dipraktekkan dengan benar. Beberapa saran dan contoh potensial akan dijelaskan dalam tulisan ini.
25) Kontributor Berita
Bagaimana jika pesawat TNI AU lagi-lagi jatuh, dan kali ini tepat di pekarangan rumah kita? Maka jika kita siap dengan camcorder, kejadian itu dapat kita rekam dengan peralatan, lalu bisa menjadi video eksklusif untuk ditayangkan di teve nasional, bukan untuk mengeksploitasi penderitaan, tapi kelak akan berguna sebagai bahan evaluasi safety. Lalu bagaimana menjadi kontributor video yang baik (janganlah video eksklusif itu melulu bergaya “video gempa”). Maka bersiaplah sejak sekarang, jangan lepaskan camcorder dari tangan Anda! (ini sih mirip iklan Metro TV).
26) Editing Video Sederhana
Melihat banyaknya efek visual dan animasi di layar kaca, mungkin banyak orang awam menilai begitu canggihnya dunia editing video sehingga amat sulit untuk dijangkau. Padahal antara editing, visual efek dan animasi, merupakan tugas-tugas yang berbeda meski sama-sama termasuk dalam tahap akhir pengerjaan yaitu Paska Produksi. Disini akan ditulis bahwa dasar editing itu sebenarnya amat sederhana, yaitu hanya memotong dan merangkai ulang gambar. Dengan job editing sesederhana itu kita sudah bisa membuat suatu film ceritaasalkan kita punya rangkaian stok gambar yang memang punya makna yang saling terkait.
27) Slideshow Album Foto Keluarga
Setiap rumah pasti punya album keluarga yang berisi foto-foto jadul hingga yang masih anyar. Abadikan saja gambar-gambar tersebut menjadi video (biasa disebut sebagai “slideshow”) dan simpan di Youtube sehingga dapat dinikmati keluarga besar kita di tempatnya masing-masing! Disini akan dijelaskan aspek teknis pengerjaan produksi tersebut, hingga software yang dapat digunakan untuk keperluan itu.
28) Perlengkapan Minimalis
Kadang saya suka kesel sendiri jika ada orang yang membangga-banggakan fasilitas perangkat video/komputer padahal justru menjadi ironis sehubungan dengan fakta minimnya kualitas dan kuantitas kreasi yang telah dibuatnya. Maka saya pun mengusung “mahzab minimalis”, dimana akan saya jelaskan perangkat-perangkat yang paling sederhana yang dapat digunakan untuk keperluan produksi video. Karena kan, seperti pesan yang disampaikan oleh film-film Rambo, yang lebih penting itu ialah “the man behind the gun”.
29) Beberapa Teknik Sederhana
Di tulisan ini akan diungkap beberapa teknik visual efek sederhana dalam editing video yang bisa dilakukan di rumah, juga dengan peralatan yang serba sederhana, antara lain yang disebut dengan image matte, blue/green screen, dan difference matte.
30) Latihan Komunikasi Visual
Komunikasi visual yang baik mestinya dapat menjadikan gambar “berbicara dengan bahasanya sendiri”. Dari teori ini maka tahulah kita bagaimana kualitas aspek skenario dan penyutradaraan pada sebagian besar sinetron kita, dimana amat sering tampil “suara dari batin” yang membantu menjelaskan kepada pemirsa tentang kejadian yang berlangsung. Di tulisan ini akan dijelaskan bagaimana melatih kepekaan komunikasi visual melalui kegiatan syuting sederhana di lingkungan rumah/kantor, yang akan melibatkan beberapa orang keluarga atau rekan kerja sebagai pemirsa.
nda tidak mungkin untuk mendapatkan semua keseluruhan gambar dari setiap pesta pernikahan, tapi jika anda mendapatkan moment –moment yang baik, maka anda siap untuk mengedit pesta pernikahan / resepsi pernikahan penuh kenangan tersebut.


Sebelum pesta dimulai :

Ruang rias Pengantin saat anda ditempat, anda dapat mengikuti langkah berikut:
Shot buket bunga dan dekorasi utama kamar tersebut. Saya suka melakukan shot perlahan, camera bergerak pelan dengan rangkaian bunga sebagai focus. Dan saya juga suka melakukan slow zoom out, atau shot yang menggambarkan suasana ruang.

Persiapan pengantin pria, anda bisa mengambil beberapa moment yang unik seperti, saat pendamping pengantin pria mengecek jamnya, atau saat sedang menyiapkan pakaian pengantin dan accessoriesnya. Atau beberapa moment pernikahan lain yang unik dan tidak terduga.

Detail shots (kadang bahkan harus diambil secara macro). (contohnya: saat akad nikah, pada meja terdapat buku nikah, kotak cincin, dan mas kawin. Anda mungkin bisa mengambil gambar benda-benda tersebut dengan cara camera moving secara pelan dan mengambil beberapa gambar close up pada setiap bendanya. Jika mungkin anda dapat menatanya di meja kemudian anda ambil dari berbagai angle dengan cara zoom in dan zoom out pada alur yang lambat.

Ide tambahan untuk detail shot : selop pengantin, baju pengantin yang tergantung, perhiasan dan accessories pengantin, tempat cincin, pengiring pengantin dan penerima tamu.

Exterior Mesjid atau Gereja: Yang menarik adalah memulai pengambilan video (video shooting) dari bagian atas Masjid atau Gereja, kemudian keseluruhan tampak bangunan, coba untuk menangkap seni arsitektur bangunan tersebut dari berbagai angle, jangan berdiri mematung dan mengambil satu dinding saja.

Saat di Pesta ;

Pengambilan gambar secara kontinyu, mulai dari saat pengantin perempuan berjalan masuk hingga kemudian berdampingan dengan pengantin pria. Idealnya, gunakan 2 camera.

Tempatkan salah satu di posisi menghadap ke arah pengantin. Untuk camera lainnya langsung anda pegang sendiri, posisikan diri anda di sebelah depan pengantin perempuan, saat proses shot dimulai, biarkan pengantin berjalan melewati anda.

Kemudian setelah pengantin perempuan sampai di tempat acara, pindahkan tripod hingga berada dalam angle yang baik untuk mengambil gambar saat pengantin mengucapkan janji. Perpindahan posisi camera ini sebaiknya dikoordinasikan dengan panitia lainnya, kalau perlu dapat dilakukan latihan terlebih dahulu agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Tip lain dari ahli: Jangan membuat pan shot, atau paling tidak bukan full pan. Anda tidak perlu men-shot punggung orang saat berjalan melewati anda. Pan saja sedikit saat mereka berjalan masuk agar bisa tertangkap dalam frame disaat mereka memunggungi anda.


Sentuhan istimewa di dalam ceremony, seperti penyanyi solo, orang yang mengaji solo, rangkaian bunga, dekorasi ruang, lighting dll.

Reaction shots dari keluarga besar pengantin, khususnya saat pengantin mengucapkan janji.

Coba depth of field shot – Contohnya, memfocus soloist dengan pengantin sebagai background out of focus-nya, kemudian secara perlahan berganti mengubah focus ke arah pengantin.

cobalah berlatih, khususnya untuk tampilan dengan servo-focus lens, fungsi tersebut biasa anda dapatkan pada camcorder seperti Sony VX-2000 dan Canon XL1s. yang lebih mudah digunakan untuk mem-focus ring yang terhubung dengan lens, pada camera seperti JVC DV-500 atau Sony DSR-300.

Jika mungkin, lakukan lagi shot saat memasang cincin. Dapatkan angle close up yang baik saat cincin dimasukkan ke jari, sama baiknya saat men-shot ekspresi wajah pengantin pria melihat mata pengantin perempuan. (untuk melakukan hal tersebut, biasanya saya men-shoot malalui kerudung pengantin perempuan, melewati pundaknya kemudian perlahan ke arah kanan, sehingga mengahasilkan sebuah shoot yang menyentuh, tentunya tergantung jenis kerudung yang di pakai pengantin perempuan,.)

Anda bisa mengambil moment tersebut dalam beberapa angle dan bila mungkin memakai beberapa camera.
Ambil video saat photographer sedang melakukan kegiatan foto. ( beberapa photographer tidak menyukainya, sebaiknya bicarakan dulu).